Sabtu, 14 Februari 1998

SIARAN LANGSUNG SENANDUNG CINTA BANGSA DI ENAM STASIUN TV

SIARAN LANGSUNG CINTA BANGSA DI ENAM STASIUN TV

SEMUA stasiun televisi di Indonesia (TVRI, TPI, RCTI, SCTV, ANteve, dan Indosiar) secara serentak, (waktu itu) akan menyiarkan langsung acara Senandung Cinta Bangsa hari Senin (16/2/1998) pukul 19.30 WIB.

Acara sepanjang sekitar 2 jam ini merupakan bagian dari acara memperingati Hari Pers Nasional. Dalam program yang di dukung RRI, PRSSNI, SPS, dan P3I (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia), yang (saat itu) akan tampil para artis, tokoh masyarakat, dan penjabat yang berwenang dalam soal krisis moneter.

Demikian antara lain dinyatakan Tito Sulistio, wakil direktur utama TPI (Televisi Pendidikan Indonesia) selaku koordinator kegiatan Gerakan Nasional Cinta Indonesia dalam jumpa pers di Jakarta, hari Kamis (12/2/1998). Dalam Senandung Cinta Bangsa, (waktu itu) akan diramu dalam informasi, imbauan, dan hiburan para penyanyi dan pelawak.

Mewakili kalangan artis, Titiek Puspa mengatakan para artis yang berpatisipasi dalam acara ini sepenuhnya tanpa bayaran. "Ini kegiatan non-komersial. Artis hanya bisa menyumbangkan hiburan bagi masyarakat, jadi inilah yang kami lakukan" katanya. Sementara Candra Darusman, menambahkan acara ini merupakan gerakan moral untuk bersama-sama menghadapi krisis moneter.

Menurut Tito, acara ini benar-benar non-komersial. Bila ada iklan yang diterima stasiun TV dalam penayangan ini, hasilnya separuhnya (waktu itu) akan di serahkan kepada negara.

Dalam Senandung Cinta Bangsa (waktu itu) akan tampil antara lain Menteri Pemuda Hartono, Menteri Keuangan Mari'e Muhammad, Gubernur Bank Indonesia Soedrajad Djiwandono, Mbak Tutut atau Siti Hardiyanti Rukmana, Tanri Abeng, dan James Riady. Acara yang dipandu oleh Becky Tumewu, Titi DJ, Tantowi Yahya, dan Kepra ini, juga menampilkan banyak artis seperti Elfa's Singers, AB Three, Kahitna, Camelia Malik, Ita Purnamasari, Dewi Gita, Rita Effendy, Dorce Gamalama, keluarga Si Doel, dengan penata musik Dwiki Dharmawan dan Purwacaraka.
 
PENGURANGAN JAM TAYANG
 
Sementara TPI yang semula akan mulai mengurangi jam tayangnya hari Senin (16/2/1998) menundanya sampai hari Selasa (17/2/1998). Penundaan jam tayang ini dilakukan mengingat pada hari Senin (16/2/1998), TPI masih menayangkan siaran langsung Senandung Cinta Bangsa. TPI kemudian (waktu itu) akan mengudara pada pukul 05.30-19.30 WIB (Senin sampai Jumat), Sabtu pukul 05.30-01.30 WIB, dan Minggu 05.30-00.30 WIB. Meski ada pengurangan jam tayang, namun bulan Februari 1998 ini (waktu itu) ada tambahan acara baru di TPI. Setiap Sabtu pukul 22.30 WIB, pemirsa bisa menyaksikan Toniel Dier yang dimotori Didik Nini Thowok, dan pada hari Minggu pukul 22.30 WIB ada In Cafe, yang  mengetengahkan kafe-kafe di Jakarta.

Sementara SCTV (Surya Citra Televisi) yang biasanya mempunyai jam siaran 21 sehari, (waktu itu) akan menangkasnya menjadi 12,5 jam setiap hari Senin sampai Jumat (pukul 11.00-23.30 WIB), 18,5 jam pada hari Sabtu (07.00-02.30 WIB), dan 16,5 jam untuk hari Minggu (07.00-23.30 WIB). Artinya, pengurangan jam tayang tersebut berarti beberapa acara (waktu itu) akan hilang. Seperti Di Ambang Fajar, Liputan 6 Pagi, News Watch, Kasih Abadi, Antar Kita, Boneka Sesame Street, Telenovela Kasih Abadi, dan program tayangan tengah malam

Sumber: Kompas, 14 Februari 1998, dengan sedikit perubahan.